{"id":411,"date":"2021-02-23T07:30:40","date_gmt":"2021-02-23T07:30:40","guid":{"rendered":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/?p=411"},"modified":"2021-06-24T11:39:22","modified_gmt":"2021-06-24T11:39:22","slug":"kuliah-metode-penelitian-kualitatif-spring-2021","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/?p=411","title":{"rendered":"Kuliah Metode Penelitian Kualitatif (Spring 2021)"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Pertemuan 1<\/strong> (pekan 1)<\/p>\n\n\n\n<p>Mata kuliah ini saya ambil karena saya merasa butuh wawasan dan pengalaman lebih dalam tentang penelitian kualitatif. Saya pikir metode kualitatif masih memiliki tempat pada sebagian konteks penelitian sosial humaniora. Sebagai dosen dan peneliti saya merasa harus memahami metode ini, karena bisa jadi nanti akan berhadapan dengan mahasiswa yang butuh dibimbing atau juga berguna untuk kebutuhan penelitian saya. Dosen yang mengampu mata kuliah ini perempuan lulusan Univ of Washington Amerika. Salah satu alasan mengapa NTHU ini memiliki rangking yang baik di Taiwan, karena SDMnya banyak lulusan dari kampus-kampus top dunia. Dan semua kelas yang disajikan dalam bahasa Inggris rata-rata diampu oleh lulusan doktor dari Amerika dan Eropa. Walaupun ada juga beberapa lulusan kampus Top Taiwan yang bagus dalam penguasaan bahasa Inggrisnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan pertama kuliah ini agak kaget, karena semua mahasiswi berjenis kelamin perempuan, termasuk dosennnya. Namun, sepertinya akan ada satu tambahan yang berjenis kelamin laki-laki (teman saya yang masih tertahan di Indonesia gara-gara pandemi). Kendati demikian, saya sangat antusias dengan beberapa game yang disiapkan oleh dosennya. Saya kira kelas ini akan menarik sekaligus menantang. Apalagi ketika dosen menjelaskan tugas-tugas yang harus dikerjakan, sepertinya butuh banyak waktu khusus untuk belajar. Karena mata kuliah ini dirancang berimbang antara toeri dan praktek. Kami diminta membaca artikel jurnal top hasil penelitian kualitatif. Kemudian diminta mengkritisi, merancang ulang, melakukan dan melaporkan dalam bentuk tulisan. Semoga mata kuliah ini mengajarkan banyak pengalama  baru, dan semoga hasilnya maksimal. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pertemuan 2<\/strong> (pekan 3)<\/p>\n\n\n\n<p>Senin, 8\/3\/2021. Hari ini cuaca sedang mendung, dari kemarin hujan dan gerimis. Sepertinya mahasiswa di kelas hari ini ada yang tidak hadir. Karena jumlahnya hanya 10 termasuk rekan dari Malang yang bergabung melalui Skype. Hari ini kami belajar tentang jenis metode kualitatif yang familiar seperti study kasus, life history, phenomenology, ethnography, grounded theory, action research, content analysis dan discourse analysis. <\/p>\n\n\n\n<p>Saya tertarik tentang bagaimana dosen membelajarkan kami, sepanjang pembelajaran ada tugas individu yang harus dikerjakan pada lembar kerja kertas kosong. Selain itu dosen menyiapkan permainan dadu untuk saling bertukar pemikiran tentang pemahaman pada konsep-konsep yang dipelajari. Mahasiswa yang memperoleh game dapat hadiah dari dosen. Hadiahnya bukan sesuai yang besar, namun berguna seperti alat tulis. Namun yang lebih penting adalah kami belajar tentang metode membelajarkan dan belajar sharing dari sesama mahasiswa. Secara umum kelas ini menuntut kita untuk banyak baca.  <\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini juga kami dikenalkan dengan istilah-istilah yang penting dipahami sebagai peneliti. Semua istilah dapat dibaca pada <a href=\"https:\/\/www.researchconnections.org\/childcare\/research-glossary\">tautan<\/a> ini. Setelah kami mendapatkan pemaparan materi, kami melakukan analisis singkat terhadap artikel yang kami cari pada bidang yang kami minati. Kami diminta mengkritisi apakah metode yang digunakan sudah memadai? dan kami diminta mencari tahu mengapa artikel itu dikatakan bagus dan layak untuk diterbitkan. Ini juga sangat bagus untuk melatih kami dalam menulis karya ilmiah yang layak dipublikasikan pada jurnal yang bereputasi. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pertemuan 3 (pekan 4)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kuliah hari ini dimulai dengan quiz sekitar 10 menit. Kami diminta menganalisis karakteristik metode kualitatif. Setelah itu kami diberikan penjelasan tentang contoh publikasi hasil penelitian study kasus yang dilakukan oleh dosen. Kemudian kami diminta untuk menulis 5 pelajaran penting dari yang telah dilakukan, kemudian membandingkan dengan hasil teman kelas. Selanjutnya memilih 3 karakteristik utama yang sesuai dengan teorinya yakni bounded system in a context or unit analysis, multi sources triangulation, dan thematic dalam penbahasan hasilnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Agenda selanjutnya kami diminta melakukan analisis dan kritik terhadap artikel yang menggunakan study kasus pada bidang masing-masing. Yang harus dilakukan adalah menemukan feature dari case study sesuai teorynya, kemudian rangkuman dari metode penelitian yang digunakan, dan memberikan kritik apakah metode yang digunakan sudah sesuai dengan kaidah teoritik atau belum. Selanjutnya kita diminta untuk membuat rancangan metode peneliti studi kasus pada kontek dan unit analysis yang kita pilih, dengan menggunakan tahapan metode yang kita rancangan, dengan memastikan lebih sesuai dengan dasar toerinya. <\/p>\n\n\n\n<p>Kami diminta menyusunnya secara sistematis dan komprehensif mulai dari jenis kasus yang akan dikaji, batasan kasus dan konteks riset, subjek riset, metode pengumpulan data, metode analisis data, teknical term proses risetnya, academic clasternya, kemudian grammatically naskah, FGD untuk analisis data, dan penggunaan APA dalam penyusunan referensinya. Tugas ini dikumpulkan mellaui e-learn maksimal tanggal 9 April, dan harus dipresentasikan tanggal 12 April di kelas. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pertemuan 4 (pekan 5)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini cuaca sedang tiba-tiba dingin, mahasiswa di kelas ada tiga yang tidak bisa masuk. Kami belajar tentang metode penelitian narrative inquiry. Metode ini secara history ditemukan oleh Jerome Bruner tahun 1986. Pada awalnya metode ini banyak digunakan untuk penelitian yang bergenre cerita hidup seseorang yang berpengaruh. Belakangan banyak peneliti yang menjadikan metode ini untuk menggali pengalaman empiris orang atau sekelompok orang. Misalnya pengalaman dalam mempelajari bahasa asing untuk pertama kali, pengalaman menggunakan komputer untuk pertama kali, atau pengalaman menggunakan model pembelajaran online untuk pertama kali. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada awal pertemuan, seperti biasa dosen memberi kami kuis. Kuisnya agak menjebak, kami diminta memberikan pandangan tentang kekuatan dan kelamahan metode riset yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan metode study kasus. Rupanya kritik saya terlalu mendalam, padahal permintaannya lebih sederhana. Selain itu, dosen juga memulai hari ini dengan menjelaskan pertanyaan yang saya tanyakan via email tadi malam. Tentang bagaimana sebuah alat ukur baik protokol wawancara, observasi, dan lain-lain yang digunakan dalam penelitian kualittatif kaitannya dengan validitas dan reliabilitasnya.  Menurutnya hal itu dapat dilakukan dengan cara apa yang kita kembangkan berdasarkan pada teori, atau ketika kita menggunakan instrumen dari peneliti sebelumnya dengan ijin.   <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, seperti biasa ada penjelasan materi utama, kemudian ada game, dan dilanjutkan ada sharing pengalaman tentang artikel dosen yang menggunakan narrative inquiry yang dapat diakses pada <a href=\"https:\/\/eric.ed.gov\/?id=EJ1075928\">link<\/a> berikut. Saya melihat beliau ini memang bisa dibilang pakar dalam metode kualitatif, karena setiap metode yang dijelaskan pernah dilakukan dan punya publikasi pada jurnal bereputasi. Ini contoh yang baik bagi kita pada dosen. <\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa tipe narrative inquiry antara lain language memoirs,  studies of language memoirs, autobiographical case study, biographical case study, studies of multiple nararative. Jika dilihat dari type-typenya maka memang riset ini banyak digunakan dalam ragam penelitian bahasa dan sosial humaniora. Namun sejatinya para peneliti dapat memodifikasinya untuk bidang masing-masing. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pertemuan 5 (Pekan 6) 29\/03\/2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kuliah hari ini seperti biasa dimulai dengan quiz selama 5 menit. Quiz kali ini kami diminta menganalisis suatu hasil narative review dari seorang guru, kemudian kita diminta menganalisis fitur narative inquiry yang terkandung di dalamnya. Setelah itu dosen menyajikan materi tentang content analysis dari dimensi teori, prosedur, dan praktiknya. <\/p>\n\n\n\n<p>Seperti biasa di tengah materi dosen menyedikan game. Secara umum model gamenya mirip dengan pertemuan sebelumnya, tetap menggunakan kata-kata untk mengukur learning comprehension setelah kami mendapatkan materi. Perbedaannya terletak pada kupu-kupu yang digunakan. Secara umum cukup menarik diadopsi untuk digunakan dalam praktek materi yang membutuhkan pemahaman. <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah game, dosen memberikan contoh hasil content analysis yang pernah dilakukan olehnya. Kemudian kami diminta menganalisis menggunakan 4A formula yakni Assumption, Agree, Argue, dan Aspire to. FOrmula ini cocok digunakan dalam proses penyusunan content analysis. Setelah itu, kami diminta mengerjakan beberapa tugas, dan seperti biasa tugas yang hars dikerjakan dirumah untuk syarat kelulusan. <\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan 5 (Pekan 8), 12\/04\/2021<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini kami  presentasi tugas 1 yakni case study design. Kami diminta untuk menganalisis sebuah artikel yang menggunakan metode studi kasus. Kemudian kami diminta untuk merancang rencana penelitian menggunakan studi kasus. Hasil kritik dan rancangan kami, dipresentasikan dalam 10 menit di kelas. <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah kami semua presentasi, kemudian kami diminta melakukan peer evaluation dan self  reflection berkaitan dengan tugas yang sudah dikerjakan. Semua tugas diunggah pada laman eLearn. Setelah semua menyajikan hasil kerjaanya. Dosen memberikan umpan balik secara umum. Sayangnya umpan balik tidak disajikan secara personal, sehingga kita kurang mendapatkan masukan untuk perbaikan tugasnya. Untuk minggu depan kami akan mempresentasikan tugas narrative inquiry design. Semoga bisa menyiapkan dengan baik.   <\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan 6 (Pekan 9), 19\/04\/2021<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini kami presentasi tugas narrative inquiry design. Secara umum teknisnya sama dengan pekan sebelumnya, kami diberi kesempatan untuk presentasi selama 10 menit kemudian kami diberikan umpan balik secara umum. dan kami diminta untuk mengisi kuisioner online untuk refleksi diri dan komentar secara umum berkaitan dengan tugas. So far, alhamdulilah persentasi saya lancar. Dan seperti biasa kami dapat mengakhiri kuliah lebih cepat dari jadwal biasanya. <\/p>\n\n\n\n<p>Artikel yang saya kritisi tentang cerita Bing seornag guru dan  kepala sekolah di sekolah SD pedesaan China dalam rangka mengembangkan profesionalisme dirinya. Adapun desain penelitian narrative inquiry saya tentnag pengalaman mengajar guru di daerah 3T pada masa pandemi. saya berencana mewawancarai teman saya yang mengajar di Sumba. Semoga terlaksana. <\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan 7 (pekan 10), 26\/04\/2021<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini kami persentasi tugas content analysis desain. Kami presentasi secara bergantian berkaitan dengan tugas mengkritisi dan mendesain content analysis. Saya kebagian jadwal tampil kedua. Alhamdulillah berjalan lancar. Polanya sama dengan pekan sebelumnya, kami diminta melakukan refleksi diri dan mengevaluasi hasil kinerja yang lain. Minggu depan kami diminta untuk menyiapkan artikel yang menyertakan interview protokol. Karena kami akan belajar menyusun interview protokol untuk mengambil data. <\/p>\n\n\n\n<p>Adapun artikel yang saya kritik adalah tentang content analysis pada forum diskusi MOOCs. Artikelnya cukup menarik, karena terbit di jurnal bereputasi dan terindeks SSCI. Adapun rancangan penelitian saya berupa meta analisis berkaitan dengan isu kejujuran penilaian belajar di masa pandemi. Topik ini sejalan dengan spesial issue yang kami coba apply dari JCAL. Semoga diterima abstraknya dan lolos nanti naskahnya   <\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan 11 (Pekan ke 18, 03\/Mei 2021<\/p>\n\n\n\n<p>Kuliah hari ini sesuai jadwalnya mendiskusikan bagaimana cara kita dalam membuaat interview protocol. Saya kira proses membuat interview protocol itu sangat mudah, namun ternyata lumayan menyita pikiran. Secara khusus sajian kuliah hari ini dimulai dengan pemarapan dari profesor tetng konsep dan karakteristik dari interview protokol. <\/p>\n\n\n\n<p>Secara teori interview protokol yang baik adalah yang dikembangkan dari landasan teori yang mendukung.  Khususnya berkaitan dengan aspek dan indikator yang dikembangkannya. Aspek-aspke tersebut juga bermanfaat dalam proses analisis dan penyajian hasil interview dalam laporan atau penulisan artikel hasil penelitian. <\/p>\n\n\n\n<p>Secara teknis proses belajar hari ini cukup menyenangkan, kami melakukan peer asseesment dalam proses memberikan masukan terhadap rencana interview protokol yang dikembangkan. Kami diminta mengomentari naskah teman kami. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pertemuan 12 (Pekan ke 9, 10\/Mei 2021<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kuliah hari ini dimulai dengan\nkuis. Kami diminta menganalisis suatu contoh metode penelitian yang menggunakan\nmetode wawancara. Kemudian kami diminta mengidentifikasi jenis metode wawancara\nyang digunakan, serta isi dari masing-masing paragraf pada bagian metode\nwawancara. Setelah itu kami dminta menyusun rancangan interview protocol,\nkemudian kami saling memberikan masukan. Setelah itu kami merevisinya. <\/p>\n\n\n\n<p>Agenda perkuliahan di lanjutkan\ndengan tahap wawancara dengan teman sebaya. Hari ini kami saling mewawancara. Topik\nwawancara saya tentang pengalaman pertama belajar bahasa Mandarin. Subjek penelitian\nsaya adalah dua teman kelas sama-sama dari Indonesia dan pernah belajar\nmandarin. Ada 11 pertanyaan yang saya ajukan berkaitan dengan pendapat, pengalaman,\nperasaan, selama mereka belajar mandarin. <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu kami kembali ke kelas\nuntuk mengetahui bagaimana cara menulis transkrip wawancara. Dan setelah itu\nkami diminta untuk menyusun contoh bagian hasil dari wawancara. Di akhir\nperkuliahan dosen menjelaskan susunan tugas yang harus dipenuhi oleh kami\nberkaitan dengan tugas ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah perkuliahan saya sempat mengecek e-learn, dan ternyata ada satu tugas yang tidak jadi diberikan yakni analisis dokumentasi. Sehingga yang awalnya ada enam tugas besar, berkurang menjadi 5. Secara pribadi saya merasa senang dan tidak senang. Karena sejujurnya saya ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana menganalisis dokumen seperti buku, silabus, rpp, dan sejenisnya. Namun di sisi lain juga senang, karena tugas mata kuliah ini sudah cukup banyak jika dibandingkan dengan mata kuliah lainnya. Tapi apapun itu, profesor sudah mengkonfirmasi bahwa tugasnya tinggal 2 yakni interview protocol and transcript sama laporan observasi. Di mana minggu depan kami harus menyiapkan artikel tentang kegiatan observasi dan mencari minimal 2 video pembelajarna berdurasi 5 menit untuk bahan objek observasi dan pembuatan laporannya. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pertemuan 13 pekan ke 10, 7\/05\/2021)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kami pertama kalinya melakukan\nkuliah online di Taiwan. Hal ini disebakan oleh adanya peningkatan kasus\npositif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Secara berturut-turut jumlah\nkasusnya adalah 16, 34, 185, 206, dan hari ini 333. Jumlah kasus terbanyak ada\ndi kota Taipei dan New Taipei City. Sedangkan kota lain masih sedikit. Namun,\ndemi memutus penyebaran, maka sekolah dan kampus menerapkan kebijakan remote\nlearning. <\/p>\n\n\n\n<p>Kami menggunakan Google Meet untuk\nperkuliahan kualitatif hari ini. Secara umum kegiatan pembelajaran tidak\nberjalan dengan lancar karena masalah koneksi internet. Terutama ketika kami\nmenggunakan layanan internet yang masuk dalam fasilitas asrama (dorm net). Saya\nbeberapa kali terlempar dari room online. Sehingga tidak dapat mengikuti semua\nkuis dan tugas online yang diberikan. Alhasil selesai perkuliahan saya kerjakan\ndan kirimkan hasilnya ke profesor. Sekaligus saya sarankan agar minggu depan\nperkulaiahnya sekalian di rekam, dan hasil rekamannya diunggah ke e-learn. Hal itu\nuntuk memudahkan kami belajar kembali materi yang dibahas di kelas online.\nketika saya email, profesor menyambut baik usulan saya. <\/p>\n\n\n\n<p>Sementara ini solusi masalah\ninternet yakni harus menggunakan internet dari mobile phone. Karena akses di\nasrama banyak yang menggunakan sehingga menjadi sangat lambat. Di tengah\nperkuliahan saya merubah ke akses wifi dari mobile phone, alhamdulillah bisa\nmengikuti sisa kelasnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini kelas dimulai dengan kuis tentang tugas menganalisis bagian analisis data yang menggunakan metode wawancara. Setelah itu kami diajarkan tentang teknis observasi. Secara umum ada beberapa jenis observasi yang dapat dipilih seperti natural observation, participant obervation, field experiment, and structured observation. Setelah itu kami diberikan beberapa tugas untuk meningkatkan aktivitas belajar dan meningkatkan pemahaman seperti observasi ruang kamar. Kemudian observasi kegiatan guru mengajar, observasi dokumen yang digunakan guru ketika mengajar. Serta diakhiri dengan analisis artikel jurnal yang sudah ditugaskan untuk mengidentifikasi penjelasan mengapa peneliti menggunakan metode observasi, bagaimana protokol observasi disusun, bagaimana proses observasi dilakukan, serta bagaimana teknik analisis data dilakukan. minggu depan kami akan mulai menyusun penjelasan tentang bagaimana rencana observasi yang akan dilakukan, kemudian menyusun protokol observasi untuk digunakan pada dua video pembelajaran sebagaimana tugas pada pekan sebelumnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan 14 (pekan 11), 24\/05\/2021<\/p>\n\n\n\n<p>Kuliah hari ini dilakukan seperti\nminggu lalu, kami memulai dengan kuis singkat. Kemudian kami diberikan paparan\nmateri lalu, kami diminta mengerjakan beberapa aktivitas untuk meningkatkan\nperformance belajar. Saya sangat salut dengan konsisten pengajar dalam\nmendesain pembelajaran. Walaupun kelas diubah menjadi online, namun pengajar\ntetap berupaya untuk mendesain perkuliahan yang berpusat kepada pebelajar. Sama\nhal hari ini kami melakukan peer evaluation terhadap rancangan desain observasi\nkita. Kami berpindah room ke room yang lebih kecil. Kemudian kembali bergabung\ndalam room yang lebih besar. Di samping itu kami semua mendapatkan kesempatan\nuntuk bertanya jawab dan berkomunikasi dengan rekan-rekan secara personal. Ini penting\nuntuk melihat tingkat keterlibatan diri dalam belajar. <\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini kami merancang tahapan\nobservasi yang akan kami lakukan. Kemudian kami diminta untuk membuat catatan\nlapangan dan menyusun laporannya. Berhubung situasi sedang dilakukan secara\nonline. maka observasi dilakukan dengan cara mencari video di youtube kemudian\nkami diminta mengobservasinya. Dan melaporkan hasilnya. Hal ini penting dan\nmenarik untuk kami agar lebih memahami salah satu teknik pengumpulan data\nmelalui kegiatan observasi. Saya yakin, keterampilan ini akan bermanfaat untuk\npengembanga karir kami ke depan, baik sebagai guru, dosen, maupu peneliti. <\/p>\n\n\n\n<p>Agenda minggu depan adalah waktunya kami untuk mempresentasikan hasil wawancara, dan mengunggah hasil kerja proyek observasi. Dengan demikian pekan berikutnya adalah jadwal presentasi laporan observasi. Adapun setelah itu akan ada pemaparan materi dari dosen tentang etika riset. Ini juga materi yang sangat penting untuk dikuasai. <\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan 15 (pekan 12), 31\/05\/2021<\/p>\n\n\n\n<p>Alhamdulillah kuliah hari ini\nberjalan lancar, walaupun waktu mau presentasi laporan interview, koneksinya\nsempat menjadi gangguan. Akhirnya saya minta tolong teman kelas yang lain untuk\nmembagikan layaranya dan saya yang mempresentasikannya. Saya presentasi hasil\ntugas wawancara tentang pengalaman belajar mahasiswa Indonesia ketika pertama\nkali belajar bahasa Mandarin. <\/p>\n\n\n\n<p>Setiap mahasiswa diberikan\nkesempatan presentasi selama 10 menit, kemudian ada beberapa yang mendapatkan\nmasukan dari professor ada juga yang cukup diapresiasi. Pengalaman tugas\ninterview membekali saya tentang bagaimana cara menyusun interview protocol yang\nbaik. yang sesuai dengan landasan teori yang kuat. Kemudian pengalaman\nmelakukan wawancara, dan pengalaman menyusun laporannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah ini saya juga berencana\nuntuk melanjutkan risetnya sampai membuahkan minimal satu artikel untuk saya\npublikasikan ke international conference untuk nambah portofolio akademik\nbersama profesor. Semoga beliau berkenan dan semua diberikan kelancaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan hari ini adalah pertemuan ke 15. Hari ini tugas kedua terakhir sebelum selesai perkuliahan. Minggu depan kami presentasi laporan observasi. Setelah itu baru sesi diskusi personal dengan profesor mengenai rencana riset tugas akhirnya.<\/p>\n\n\n\n<p> Pertemuan 16 (pekan 13), 07\/06\/2021 <\/p>\n\n\n\n<p>Alhamdulillah kuliah hari ini\nberjalan lancar, namun koneksi internet yang kurang stabil membuat saya tidak\ndapat mempresentasikan slide secara mandiri dan meminta teman kelas untuk share\nscreennya. Hari ini kami presentasi tugas terakhir dari mata kuliah metode\npenelitian kualitatif yakni tentang observation protocol and report. Saya lihat\nteman-teman sudah merancang protocol yang sangat baik. namun beberapa tidak\nsampai melakukan hasil observasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tugas observasi membekali saya\ntentang bagaimana langkah-langkah mempersiapkan rancangan observasi yang baik.\nDi mulai dari&nbsp; menentukan tujuan\npenelitian yang jelas, subjek dan objek yang mau diobservasi juga harus jelas. Karena\nini menentukan tingkat fokus dari penelitian kita. Kemudian kita harus merujuk\npada kerangka teori yang sudah eksis dan stabil. Selain itu kita dapat merujuk\npada hasil penelitian yang telah dilakukan pada konteks riset yang mau kita\nlakukan. <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah semua itu jelas, maka\nkita dapat menyusun rancangan panduan observasi, dengan memastikan jumlah item\nyang tidak terlalu banyak namun dapat memastikan untuk mendapatkan semua\ninformasi yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Proses yang tidak kalah penting\ndiperhatikan adalah waktu proses observasi, berapa lama waktu yang kita miliki.\nDan bagaimana kesiapan semua perangkat yang kita siapkan. Untuk observasi pada\nkonteks video maka kita dapat memutar berulang kali untuk mendapatkan informasi\nyang jelas. Sedangkan untuk observasi yang secara langsung dilakukan di kelas\nmaka, sebaiknya kita merekam semua prosesnya. atau kita siasati dengan\nmenggunakan beberapa observer yang fokus mengamati setiap perilaku sasaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah kita memperoleh data dari\nlapangan, maka langkah selanjutnya adalah membuat laporan observasi, menyajikan\ndata dan melaporkannya. Proses analisis data juga penting diperhatikan apakah\nkita menggunakan tematik analisis, content analysis atau yang lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada sesi akhir saya sempat\nbertanya dua hal yakni tentang batasan item protokol observasi. Menurutnya kita\ntidak perlu membuat item yang terlalu banyak karena akan menyulitkan waktu pengumpulan\ndata. Pertanyaan kedua tentang permisison ketika kita mau melakukan observasi\nterhadap proses pembelajaran yang ada di youtube, apakah perlu kita bertanya\npada pemilik youtube chanelnya atau tidak. Karena kalau dalam konteks\npembelajaran langsung dikelas, kita membutuhkan ijin. Beliau menjawab kalau\nkita ambil data dari TV atau surat kabar dan website, maka kita tidak perlu\nmeminta ijin asal menyertakan sumber datanya. Karena data itu sudah menjadi hak\nakses publik. Demikian juga youtube, namun jika memungkinkan, menyampikan ijin\nuntuk meneliti akan lebih baik untuk menghindari umpan balik yang kurang baik\ndikemudian hari. <\/p>\n\n\n\n<p>Minggu depan kami libur karena ada hari besar. Baru akan kembali bertemu kuliah pada pekan berikutnya tanggal 21 Juni dan merupakan pertemuan terakhir pada mata kuliah ini. pada pertemuan terakhir kami memiliki kesempatan untuk bertanya secara personal selama 10 menit untuk mengetahui gambaran nilai akhir mata kuliah dan mendengarkan masukan terhadap rencan penelitian kami masing-masing. Semoga semua berjalan lancar dan ilmu yang diperoleh bermanfaat, amin YRA. <\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan 18 (pekan ke 14), 21\/06\/2021<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini saya mau cerita tentang pengalaman pertemuan terakhir pada mata kuliah metode penelitian kualitatif.\u00a0 hari ini pertemuan ke-18 dan Minggu lalu sempat tidak ada pertemuan karena ada libur.\u00a0 Hari ini agendanya adalah kami diminta untuk berkomunikasi secara empat mata dengan profesor.\u00a0 Pada saat itu Profesor menyampaikan komentar hasil pekerjaan kita dari tugas yang pertama sampai tugas yang terakhir.\u00a0 Termasuk menyampaikan gambaran umum performance kita selama satu semester.\u00a0 Bahkan di ruang sebelah teman Kami sampai di informasikan estimasi nilai akhir yang akan diperoleh.\u00a0<br><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut saya proses ini cukup menarik karena kita bisa berkomunikasi secara personal dengan Profesor begitupun Profesor dengan mahasiswanya.\u00a0 Saya sendiri baru mengalami di mata kuliah ini memang cukup berbeda mungkin karena sesuai karakteristik mata kuliah metode kualitatif.\u00a0 Memang saya merasa profesor ini memiliki banyak keunikan dalam pengelolaan kelas yang membuat kami terikat cukup kuat terutama berkaitan dengan aktivitas tekanan tugas yang banyak.\u00a0 Tapi dengan begitu menurut saya pengalaman belajar Kami menjadi lebih banyak dan lebih kaya.\u00a0 Karena kami dituntut untuk banyak membaca banyak menulis banyak mengimprove kemampuan kami masing-masing.\u00a0<br><\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya,\u00a0 Giliran saya yang melakukan komunikasi dengan profesor sinyal internet di Dom saya seperti biasa kurang berjalan dengan lancar.\u00a0 Alhasil sempat sekali keluar dari meeting room kemudian masuk lagi sampai akhirnya beliau menyampaikan semua catatan umum tentang tugas saya.\u00a0 Dan ketika beliau memberikan kesempatan saya mau bertanya menyampaikan pendapat dan lain-lain ternyata saya sudah terlempar dari ruangan Google meet.\u00a0 Akibatnya saya tidak bisa berkomunikasi lebih intens dan ketika saya mencoba kembali untuk masuk koneksinya sangat-sangat tidak memungkinkan.\u00a0 Akhir Akhirnya beliau mengirimkan catatan performance saya melalui email dan saya bisa membacanya dengan rinci.\u00a0<br><\/p>\n\n\n\n<p>\u00a0Saya sangat terkesan karena beliau benar-benar membaca setiap tugas yang saya kerjakan dan oleh semua masalah yang lain kerjakan.\u00a0 Beliau Memberikan komentar sangat spesifik terhadap hasil pekerjaan kami dari mulai yang sifatnya substantif sampai yang sifatnya teknis kepenulisan menurut saya ini sangat luar biasa.\u00a0 Itu artinya beliau benar-benar meluangkan waktu untuk membaca satu demi satu dan semua bagian dari pekerjaan kami.\u00a0 Bayangkan kami diberi tugas sebanyak 5 tugas dan kami ada 12 mahasiswa artinya beliau harus membaca sebanyak minimal 60 report yang kami Kumpulkan dan masing-masing repot rata-rata 7 sampai 15 halaman.\u00a0 Jadi bisa dibayangkan Bagaimana iPod beliau untuk mengidentifikasi performansi kita dan itu menurut saya sesuatu yang perlu saya apresiasi.\u00a0<br><\/p>\n\n\n\n<p>Ya karena saya tidak bisa berkomunikasi langsung ini saya membalas melalui email sebagai ucapan terima kasih atas bimbingan dan pelajaran yang beliau sampaikan.\u00a0 Saya mendapatkan banyak pengalaman dari beliau tentang bagaimana cara mengelola kelas cara mendesain pembelajaran cara menyajikan metode pembelajaran yang menarik.\u00a0 Dan\u00a0 cara-cara cara untuk melibatkan mahasiswa dalam aktivitas pembelajaran secara intens.\u00a0 Saya tidak tahu skor saya seperti apa namun keesokan harinya saya diberitahu oleh teman sekelas bahwa nilainya sudah keluar.\u00a0 Artinya beliau bekerja dengan sangat cepat di hari pertemuan terakhir kuliah berlangsung mengunggah nilainya di sistem informasi akademik.\u00a0 dan kami langsung tahu bagaimana hasilnya dan alhamdulillah nilai yang saya peroleh sesuai dengan target saya dari awal.\u00a0 Dan walaupun saya sempat kaget dan tidak menyangka bisa mendapat nilai itu karena saya pikir ini mataku yang paling banyak tugasnya dan yang paling menuntut kami untuk terlibat aktif dalam proses belajar.\u00a0 Tapi apapun itu saya merasa senang dan bahagia yang lebih penting bukan hanya sekedar skor nilai akhir tapi pengalaman belajar yang bisa saya dapatkan saya merasa mengalami peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan pengalaman saya berkaitan dengan metode penelitian kualitatif.\u00a0<br><\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai tindak lanjut saya akan Menindaklanjuti beberapa tugas dalam bentuk mini mini riset yang saya kerjakan untuk ditulis dalam bentuk publikasi karya ilmiah.\u00a0 Dan awal menyarankan.\u00a0 dan saya sampel untuk melengkapi data dan semoga dipermudah agar bisa tembus ke jurnal yang bereputasi demikian pengalaman saya berkaitan dengan perkuliahan metode kualitatif saya sangat merekomendasikan teman-teman untuk mengambil mata kuliah ini.\u00a0 alamat amat penting kami masih bidang bahasa dan juga mungkin bidang seni.\u00a0 Terlebih ketika teman-teman mengambil mata kuliah besar-besar ini saya yakin teman-teman akan mendapatkan banyak pengalaman baru yang sangat berarti untuk pengembangan karir teman-teman ke depan.\u00a0 Sampai jumpa. <br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertemuan 1 (pekan 1) Mata kuliah ini saya ambil karena saya merasa butuh wawasan dan pengalaman lebih dalam tentang penelitian kualitatif. Saya pikir metode kualitatif masih memiliki tempat pada sebagian konteks penelitian sosial humaniora. Sebagai dosen dan peneliti saya merasa harus memahami metode ini, karena bisa jadi nanti akan berhadapan dengan mahasiswa yang butuh dibimbing [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":90,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[84,11,85],"class_list":["post-411","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kampus","category-phdstory","tag-kualitatif","tag-kuliah","tag-penelitian"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/90"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=411"}],"version-history":[{"count":21,"href":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":583,"href":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/411\/revisions\/583"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ence.blog.um.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}